Kamis, 30 Desember 2010

Online Transaction Processing


OLTP
Database yang memiliki data sering di-update disebut data OLTP (Online
Transaction Processing). Data OLTP sering juga disebut data operasional,
mencerminkan sifat aplikasi database yang dinamik.

OLTP ( Online Transaction Processing ) adalah proses data yang digunakan untuk transaksi sehari – hari. Ciri – Ciri dari database OLTP adalah

• Akses data bersifat read-write, seperti insert,update dan delete,
• Orientasi data pada aplikasi, yaitu data yang diambil dari aktivitas bisnis.
• Karakter data tidak dipentingkan. Di pakai oleh keseluruhan sistem ( Tidak terintegrasi )
• Aktivitas data konsisten.

On Line Transaction Processing : merupakan perkembangan awal dari sebuah koneksi antar remote database. Pertama kali ditemukan tahun 1969 oleh seorang engineer di Ford, kemudian diadopsi oleh IBM hingga kini dikenal sebagai proses OLTP. DIGITAL ACMS merupakan contoh lainnya yang sukses pada tahun 70-an dan 80-an. UNIX OLTP lainnya seperti: Encina, Tuxedo pada era 80-an, serta DIGITAL CICS untuk UNIX yang memperkenalkan konsep dowsizing ke pasar.

OLTP mempunyai database yang sering kita jumpai dalam aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari dari suatu toko atau perusahaan, contoh : database yang digunakan pada sistem informasi penjualan. Sehingga database tersebut didesain atau dirancang khusus untuk menangani kegiatan operasional atau transaksi dari suatu toko atau perusahaan.

Beda banget dengan data warehouse karena data warehouse menyimpan data yang bersifat historical dan digunakan untuk menangani kegiatan penyajian informasi.
Dari segi OriEntasinya, OLTP lebih berorientasi pada transaksi, sedangkan data warehouse lebih diorientasikan pada proses untuk melakukan analisis.
Dari Struktur datanya pun, OLTP diorientasikan pada proses transaksi, maka query yang digunakan lebih dioptimalkan untuk mendukung proses transaksi tersebut. Sehingga harus dihindarkan dari data yang berulang-ulang atau redudan. Dalam hal ini, perancangannya membutuhkan normalisasi.

Frekuensi dalam mengakses OLTP sangat tinggi karena data terus-menerus dibutuhkan untuk mendukung kegiatan operasional atau transaksi dalam suatu perusahaan atau toko. Contoh : dalam sistem informasi penjualan, dimana data yang terdapat dalam tabel yang berisi informasi barang akan sangat ditinggi diakses untuk mendukung proses transaksi (misalnya harga barang).
Berbeda terbalik dengan data warehouse, frekuensi aksesnya sangat sedang bahkan bisa dikatakan rendah, hal ini disebabkan karena data warehouse hanya diakses pada saat proses analisis dibutuhkan.

Tidak ada komentar: